Keragaman Adalah Ciri Pemilihan Demokratis

540
Keterangan Foto : Ketua KPU RI, Juri Ardiantoro menandatangani prasasti peresmian gedung KPU Kabupaten Tulang Bawang di lapangan Pemda Tulang Bawang, Menggala, Lampung, Kamis (11/8)

Menggala, kpu.go.id – Peresmian Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Tulang Bawang tahun 2017 dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulang Bawang dengan menampilkan kekayaan budaya yang dimiliki tiap-tiap kecamatan di Tulang Bawang, Kamis (11/8).

Dengan simbol itu, Ketua KPU RI Juri Ardiantoro berpendapat bahwa masyarakat Tulang Bawang sudah terbiasa dengan perbedaan. Jika Pilbup Tulang Bawang 2017 muncul banyak perbedaan, Juri yakin masyarakat bisa memahami hal tersebut secara dewasa.

“Ini membuktikan masyarakat Tulang Bawang sudah terbiasa dengan keberagaman. Pilkada juga meniscayakan keberagaman, semua warga memiliki kebebasan untuk memilih pilihannya. Pilihan berbeda-beda di dalam pemilihan yang demokratis adalah sah, dan itulah bentuk kelebihan dari suatu pemilihan yang demokratis,” kata Juri saat memberikan arahannya di Lapangan Pemda Menggala, Lampung.

Menurut Juri, beda pilihan dalam proses demokrasi adalah suatu hal yang wajar.

“Jadi kalau ada masyarakat yang milihnya beda-beda, satu keluarga pilihannya berbeda dalam pemilihan bupati itu suatu yang wajar. Karena itu suatu kekayaan demokrasi kita,” lanjut Juri.

Kerena perbedaan adalah hal yang wajar, Juri ingin masyarakat memilih sesuai pilihannya pribadi, bukan karena paksaan orang lain.

“Jangan memaksakan orang lain untuk memilih sama dengan kita, kecuali memang pilihanya sama dengan kita. Itulah makna dari keragaman,” pesan dia.

Juri berharap dengan semangat keberagaman yang ditunjukkan oleh masyarakat Tulang Bawang tersebut, penyelenggaraan Pilbup Tulang Bawang tahun 2017 bisa berjalan dengan lancar dan damai.

“Mudah-mudahan spirit kebergaman yang ditampilkan melalui performa kebudayaan tadi akan mewujud dalam pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati kita. Sehingga jika kita sudah terbiasa dengan keberagaman dan perbedaan, Pilkada Tulang Bawang akan berjalan damai,” tutur dia.

Juri ingin masyarakat memahami bahwa penyelenggaaan pemilihan umum (pemilu) maupun pilkada adalah momen yang biasa, tetapi memiliki output yang luar biasa jika masyarakat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya secara mandiri dan sukarela.

“Pemilihan itu peristiwa yang biasa terjadi, momentum lima tahunan untuk memilih pemimpin, jadi mari kita jadikan pemilihan ini biasa saja. Tapi ketika kita datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih itulah yang membuat langkah luar biasa. Luar biasanya pada saat kita menentukan pilihan sesuai kehendak kita sendiri,” papar Juri.

Kepada penyelenggara, Juri berpesan untuk tetap menjaga asas-asas transparan, profesional, independen dan menjaga nilai ketidak berpihakan penyelenggara pemilu kepada salah satu kandidat.

“Salah satu hal penting yang bisa dilakukan penyelenggara adalah bekerja secara imparsial, menjaga netralitas terhadap seluruh pasangan calon yang ada, profesional dan terus menjaga integritas,” tandas Juri.

Secara khusus Juri meminta kepada masyarakat untuk melaporkan aparatnya yang terindikasi melakukan kecurangan selama proses tahapan pemilihan berlangsung. Ia tidak ingin kepercayaan masyarakat yang sudah baik menjadi runtuh dengan adanya oknum KPU yang berkinerja buruk.

“Jika masyarakat ketemu KPU, PPK, PPS bekerja tidak baik, asal-asalan, memihak, laporkan. Kepada KPU Provinsi atau Panwas,” pungkasnya. (ris/red. FOTO KPU/dosen/Hupmas)