Instrumen Kemendagri Siap Bantu KPU Identifikasi Daftar Pemilih

1443
Seorang wartawan mencoba aplikasi searching geometry untuk mengidentifikasi data kependudukan yang akan digunakan dalam Pilkada Serentak Tahun 2017

Jakarta, kpu.go.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam hal ini oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) telah menyelesaikan Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilihan (DP4) yang kemudian diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kemendagri juga telah mempersiapkan instrumen dalam mendukung KPU untuk identifikasi daftar pemilih.

Instrumen yang terkoneksi e-KTP tersebut dapat mengidentifikasi penduduk tersebut sudah terdaftar atau belum terdaftar. Harapannya, pada saat KPU melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) menemukan ada yang belum terdata, intrumen ini bisa membantu mengidentifikasinya, yaitu dengan searching geometri atau bisa juga menggunakan nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh pada acara penyerahan DP4 dari Mendari kepada KPU, Kamis (14/7) di Ruang Sidang Utama Lantai 2 KPU RI.

“Hari ini kami telah menyelesaikan DP4 sebagai amanah Undang-Undang. Kami menyusun dan mendesain DP4 menggunakan tolok ukur DPT Pilpres, kemudian menyandingkan dengan daftar pemilih 101 daerah yang akan pemilihan tahun 2017. Kami melakukan analisi-analisis, sehingga suara-suara mengenai hak pilih yang hilang tidak akan muncul lagi di media maupun masyarakat,” terang Zudan.

Mengenai adanya daftar pemilih yang berkurang, Zudan juga menjelaskan hal itu wajar, karena daftar pemilih pilpres dan pilkada berbeda. Pemilih pada saat pilpres dapat menggunakan hak pilihnya hanya dengan menunjukkan KTP, sedangkan DP4 pilkada ini hanya yang sesuai data base KTP di daerah yang pilkada, sehingga penduduk Depok tidak mungkin bisa memilih di DKI Jakarta.

Zudan dan jajarannya juga mempraktekkan instrumen yang dapat membantu identifikasi tersebut. Searching geometri dilakukan hanya butuh waktu beberapa detik, apabila penduduk tersebut sudah pernah merekam, maka datanya akan langsung diketahui dalam data centre Kemendagri. Kemudian menggunakan nama dan NIK, data yang bersangkutan juga langsung diketahui domisilinya. Apabila muncul dua identitas yang sama, maka DP4 akan menggunakan data yang dipakai terakhir.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo juga menjelaskan bahwa DP4 yang berjumlah lebih dari 168 ini untuk membantu dan memudahkan KPU dalam coklit daftar pemilih pilkada, sehingga bisa meningkatkan kualitas daftar pemilih pilkada 2017.

“Kami berharap tidak ada lagi data siluman dalam daftar pemilih. Target kami ke depan Pemilu 2019 sudah bisa terekam pemilih keseluruhan. Khusus untuk DKI Jakarta masih ada sekitar 250 ribu pemilih yang belum merekam, sehingga diharapkan agar segera melakukan perekaman dan proses itu gratis, sehingga semua bisa terdata dengan baik,” jelas Tjahjo kepada awak media di KPU. (arf/red. FOTO KPU/ris/Hupmas)